Tampilkan postingan dengan label Burung murai batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung murai batu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2018

Mengengetahui gejala penyakit sesak nafas pada burung murai batu

sesak nafas pada burung juga sering terjadi pada burung Murai Batu. Tidak hanya hanya Murai dewasa, terkandang anakan Murai pun sering mengalami penyakit ini. Jika sudah begini, maka resiko kematian anakan tersebut sangat besar dan berlipat ganda. Pasalnya, anakan Murai tidaklah mudah mengkonsumsi obat-obatan layaknya Murai dewasa.
Selain itu, anakan Murai pun lebih cenderung pasif dalam menunjukan rasa sakitnya. Sehingga, terkadang anakan yang mengalami sesak nafas tidak terdeteksi dengan baik, dan ujung-ujungnya anakan terebut mati karena penyakit ini.
Berbicara mengenai penyakit sesak nafas pada anakan Murai. Sebenarnya pola perawatan anakan Murai yang sesak nafas itu sama dengan pola perawatan Murai dewasa sakit, terutama Murai dewasa yang sedang mengalami sesak nafas.
Mengengetahui gejala penyakit sesak nafas pada burung murai batu

Mengenal Penyakit Sesak Nafas Pada Anakan Murai Batu

Sesak nafas memang sering menyerang Murai Batu, terutama anakan. Umumnya anakan Murai masih dalam proses penyesuaian diri terhadap lingkungan dan cuaca sekitar sangkar. Selain itu, anakan Murai juga masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah, sehingga Ia bisa dengan mudah terkena berbagai macam penyakit, dan salah satunya adalah penyakit sesak nafas ini. Perlu Anda ketahui :
Untuk mengatasi dan mencegah penyakit tersebut muncul, hal pertama yang harus Anda adalah dengan mengetahui gejala-gejalanya.

Adapun gejala penyakit sesak nafas pada anakan Murai sendiri adalah sebagai berikut:


  • Nafsu makan anakan Murai yang menurun

Umumnya saat Murai Batu mengalami sakit, terutama penyakit sesak nafas ini, Ia akan mengalami penurunan nafsu makan. Tidak hanya itu, bahkan di beberapa kasus terkandang anakan Murai sampai benar-benar kehilangan nafsu makannya.

  • Perilaku anakan Murai Batu

Terkandang saat anakan Murai sakit, baik sesak nafas maupun sakit lainnya. Ia akan menunjukan perilaku yang tidak biasa. Sedangkan untuk perilaku anakan Murai sendiri, saat ia menderita sesak nafas Ia akan menunjukan perilaku berikut:

  1. Kesulitan untuk bernafas.
  2. Enggan untuk berkicau.
  3. Lebih suka murung dan berdiam diri.

Ciri-ciri anakan Murai yang menderita sesak nafas seperti di atas bisa Anda jadikan referensi dan sinyal awal untuk melakukan tindakan penanganan dengan segera. Akan tetapi, selain gejala Anda juga harus mewaspadai kondisi burung yang kurus, tidak bersemangat, dan memiliki suara layaknya orang bengek. jika anakan tersebut memiliki ciri-ciri seperti itu, maka besar kemungkinan anakan tersebut sedang menderita sesak nafas juga.
semoga penjelasan diatas bermanfaat

Minggu, 01 April 2018

Jenis - jenis dan gambar murai batu lengkap

Pada kesempatan kali saya akan membagikan informasi mengenai jenis jenis burung murai.
Burung ini merupakan salah satu burung kicau yang cukup populer bagi para kalangan penggemar burung di Indonesia karena tidak hanya suaranya yang merdu namun juga punya bulu yang sangat indah. Kualitas dari murai batu sebenarnya tidak kalah jika dibandingkan dengan burung kicau lain seperti kenari lovebird atau cucak ijo.

Populasi dari burung cantik ini paling banyak dijumpai di pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera, selain di Indonesia penyebaran murai batu juga ada di beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Nepal, India dan Srilangka. Namun ada sedikit perbedaan antara murai yang ada di Indonesia dengan negara tetangga tersebut terutama dari segi fisik.

Di alam liar murai batu suka dengan makanan seperti serangga kecil. Belatung, buah berry, cacing dan lain sebagainya. Sedangkan untuk beberapa jenis murai batu yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia diantaranya murai medan, Nias dan murai Jawa. Nah di kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi tentang perbedaan-perbedaan tipe burung murai batu :

1. Murai batu Medan
Jenis - jenis dan gambar murai batu lengkap

burung ini berasal dari pulau Sumatera dengan ciri-ciri ekor tipis dan melengkung ke bawah.

3. Murai batu lampung
Jenis - jenis dan gambar murai batu lengkap


Murai batu lampung punya ekor yang pendek dengan panjang tubuh hanya 12 cm sampai 18 cm.

2. Murai batu nias
Jenis - jenis dan gambar murai batu lengkap

Ciri khasnya terletak dibagian ekor yang berwarna hitam pekat dengan suara lantang.

4. Murai batu aceh

Jenis - jenis dan gambar murai batu lengkap

Sesuai namanya burung ini berasal dari aceh dengan ciri-ciri utamanya adalah suaranya yang lebih ngerol dan panjang. Selain itu bentuk ekornya juga bervariasi karena ada yang pendek dan panjang

5. Murai batu borneo
Jenis - jenis dan gambar murai batu lengkap


Murai batu ini berasal dari Kalimantan dengan ekor yang pendek namun punya karakter unik yaitu sebagai burung petarung yang cukup agresif

Itulah tadi informasi tentang jenis-jenis murai batu beserta berbagai perbedaannya. Seperti yang sudah saya jelaskan diatas bahwa burung murai batu merupakan salah satu jenis burung kicau yang memiliki peminat cukup tinggi. Itulah sebabnya harga dari burung ini cukup mahal yaitu mulai dari ratusan ribu per ekor sampai jutaan rupiah.

Selasa, 27 Maret 2018

9 tips memilih murai batu yang berkualitas super

Murai batu merupakan burung yang disukai pencinta burung. Terutama karena memiliki suara merdu yang khas dan panjang. Namun, burung ini termasuk yang tidak mudah dipelihara sebab burung ini relatif sulit dijinakkan.
9 tips memilih murai batu yang berkualitas super

Kalau Anda memiliki keinginan merawat burung bernama genus Copsychus malabaricus ini, Anda dapat memperhatikan beberapa ciri burung murai batu berkualitas super berikut ini:

1. Mengenali jenis burung murai batu

Burung murai batu memiliki banyak jenis. Biasanya diberi nama sesuai asal burung tersebut. Misalnya, murai batu asal Medan sebut sebagai murai batu Medan. Demikian juga untuk murai batu dari Nias, Aceh, Borneo dan daerah lainnya diberi nama akhiran sesuai asal burung tersebut.

Penting untuk mengenali asal burung tersebut supaya Anda bisa mengetahui karakter dasar burung murai batu ini. Sebagai contoh, untuk murai batu Medan memiliki ciri berupa ekor yang melengkung panjang. Bila diukur, panjangnya bisa antara 27 cm sampai 30 cm. Sementara, murai batu Nias memiliki ekor yang lebih pendek, sekitar 17 sampai 20 cm.

2. Paruh burung murai batu
Faktor lain yang perlu diperhatikan saat memilih murai batu adalah dengan melihat paruhnya. Murai batu yang bagus memiliki paruh berpangkal lebar, panjang, dan bentuknya lurus. Paruh lurus ini berpengaruh terhadap kualitas suara yang dihasilkan.

3. Memiliki mata bulat besar
Ciri lain murai batu yang bagus memiliki bentuk mata yang bundar dengan tatapan yang tajam. Itu tandanya kalau burung tersebut memiliki mental juara. Dari tatapannya itu sepintas terkesan kalau burung ini ‘galak’. Namun, biasanya burung murai batu yang memiliki ciri ini sering menjadi juara kontes.

4. Bentuk tubuh proporsional
Murai batu berkualitas super dapat dilihat juga dari bentuk tubuhnya. Burung ini memiliki bentuk yang proporsional. Antara ekor, kaki, dan badan terlihat serasi. Tidak terlalu dominan pada salah satu bagian.

Dilihat secara kasat mata, burung murai batu berkualitas itu tampak gagah. Dengan bentuk tubuh yang besar dan panjang membuatnya sering menjadi burung peliharaan favorit.

Anda perlu memastikan juga ekor burung ini panjang. Sebab ini merupakan ciri utama burung murai batu. Selain terlihat lebih indah, ekor panjang burung ini diyakini berpengaruh terhadap kualitas kicauan yang dihasilkan.

5. Memiliki cengkeraman kuat
Murai batu berkualitas super itu memiliki cengkeraman yang kuat. Kaki burung ini akan menjepit rapat tempat kakinya berpijak. Selain itu, Anda bisa memperhatikan warna kaki burung murai. Murai batu yang bagus itu berwarna cokelat kehitaman. Konon, warna kaki tersebut menandakan burung tersebut memiliki mental juara. 

6. Gerakannya lincah
Burung murai batu yang sehat bergerak lincah. Burung tersebut akan terbang ke sana-kemari dan enggan diam.
Faktor lain yang perlu diperhatikan saat memilih murai batu adalah dengan melihat paruhnya. Murai batu yang bagus memiliki paruh berpangkal lebar, panjang, dan bentuknya lurus. Paruh lurus ini berpengaruh terhadap kualitas suara yang dihasilkan.

7. Memiliki suara yang keras
Kicauan burung murai batu ini terdengar keras dan lantang. Ini menandakan burung tersebut sedang dalam kondisi baik. Jika dirawat dengan benar, suaranya akan terdengar makin cemerlang dan mampu menggetarkan lawan-lawannya.

Burung ini juga memiliki ciri khusus berupa suara “trek…trek…trek”. Itu sebabnya di kalangan penggemar burung menyebut suara murai batu ini sebagai “ketrekan”. Suara ketrekan yang bagus adalah yang menyambung alias tidak terputus.

8. Sayap rapat
Bagian sayap burung murai batu yang bagus itu rapat. Tidak longgar atau renggang. Ini merupakan salah satu ciri murai batu berkualitas super.

9. Leher panjang
Anda dapat mengamati pada bagian leher. Burung murai batu bermutu baik memiliki leher panjang. Bentuk leher tersebut memengaruhi panjang suara yang dihasilkan.

Itulah beberapa ciri burung murai batu yang bagus. Anda dapat memperhatikan ciri-ciri di atas sebelum membeli burung jenis ini. Semoga bermanfaat!

9 tips merawat burung murai agar tidak mudah sakit dan menjadi gacor

Burung murai dikenal sebagai burung yang tergolong cantik. Burung yang memiliki ekor panjang ini mempunyai suara kicauan yang merdu. Oleh karena itu, banyak para penggemar burung menyukainya. Apalagi kalau burung murai ini sudah gacor. Harga jualnya akan bisa melambung tinggi.
9 tips merawat burung murai agar tidak mudah sakit dan menjadi gacor

Namun, perawatan burung murai termasuk tergolong tidak mudah. Tidak jarang yang mengeluh burung murai yang dipeliharanya gampang jatuh sakit.
Nah, bagi sobat yang ingin merawat burung murai boleh saja mengikuti tips berikut ini agar burung murai sobat bisa gacor dan tidak mudah sakit

1. Melakukan pengembunan burung.
Istilah lainnya adalah mengangin-anginkan burung pada pagi hari. Sebelum dimandikan, burung ini diangin-anginkan dengan cara diletakkan di luar rumah. Tujuannya agar burung dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Anda dapat melakukan proses ini sekitar 30 menit.

2. Memandikan burung.
Setelah diangin-anginkan, Anda dapat memandikan burung dengan cara disemprot atau dimandikan dalam kurungan. Burung murai yang bersih akan “kebal” terhadap penyakit.

3. Menjaga kebersihan sangkar.
Membersikan kotoran burung – udikhangeblog.wordpress.com
Burung sehat bergantung dari kebersihan tempatnya. Oleh karena itu, Anda harus rutin membersihkan sangkar burung dengan cara menyingkirkan kotoran burung dan mengganti air minum burung setiap hari.

4. Memberikan makan tepat waktu.
Vitamin Burung Murai Batu AMS Gold – bukalapak.com
Setelah dimandikan, waktunya burung untuk diberi ‘sarapan’. Anda dapat memberikan jangkrik sebagai pakannya. Berikan porsi makan yang sesuai, misalnya sebanyak lima ekor jangkrik.

Dalam memberikan jangkrik ini ada trik tersendiri. Sebaiknya Anda tidak langsung memberikannya dengan tangan. Namun sebaiknya, Anda letakkan di tempat makanan burung. Fungsinya, agar burung bergerak sehingga tidak manja.

Pemberian makan burung ini dapat dilakukan pada pagi dan sore hari. Sementara untuk pemberian kroto cukup dilakukan seminggu sekali. Anda dapat juga memberikan variasi makanan lainnya, seperti cacing. Jangan lupa memberikan multivitamin sebanyak dua kali dalam seminggu agar burung menjadi sehat dan kuat.

5. Menjemur burung
Proses merawat burung murai berikutnya adalah dengan menjemurnya. Lakukan proses penjemuran ini sekitar satu jam. Penting juga diketahui agar saat dijemur, burung murai tidak melihat burung murai lainnya.

6. Burung diangin-anginkan kembali.
Suara Murai Batu
Suara Murai Batu – Budidayakenari.com
Setelah dijemur, burung murai ini perlu kembali diangin-anginkan sekitar 10 menit saja.

7. Pemasteran burung.
Waktu terbaik untuk memasterkan burung adalah sekitar pukul 10 pagi hingga 4 sore. Sebab di waktu tersebut, burung murai lebih mudah untuk menangkap suara master burung. Anda dapat melakukan pemasteran ini kira-kira dalam 15 menit.

8. Mengamati karakter burung
Setiap burung murai sejatinya memiliki karakter tersendiri. Sekalipun sama-sama berjenis burung murai, namun selera maupun porsi makan yang dibutuhkan bisa berbeda. Untuk itu, Anda perlu mengamati karakter burung murai yang Anda rawat. Dengan demikian, Anda dapat memberikan ‘takaran’ porsi makanan yang sesuai dengan karakter burung tersebut.

9. Membuat lingkungan burung seperti di habitat asli.
Burung murai bisa lebih cepat gacor jika berada di lingkungan seperti habitat aslinya. Anda bisa meletakkan ranting di sangkar serta sering menggantung sangkar di pohon. Ini dapat membantu burung murai agar kerasan dan cepat gacor.

Bila perlu Anda bisa mnembawa burung tersebut ke taman atau tempat yang banyak terdapat pepohonan. Suasana ini yang dibutuhkan burung murai agar tidak gampang stres.

Burung sehat bergantung dari kebersihan tempatnya. Oleh karena itu, Anda harus rutin membersihkan sangkar burung dengan cara menyingkirkan kotoran burung dan mengganti air minum burung setiap hari.

Demikianlah cara merawat burung murai yang benar. Yang penting diingat saat Anda merawat burung murai ini, terdapat tiga proses penting yang tidak boleh terlewatkan. Ketiga proses tersebut adalah melakukan pengembunan, memandikan dan menjemur burung, serta memberikan multivitamin burung yang mencukupi. Dengan begitu, burung murai tersebut menjadi sehat, kuat, cepat gacor, dan tidak gampang sakit.

Jumat, 02 Februari 2018

Cara membedakan jantan dan betina pada murai batu yang masih trotol

Ya siapa sih yang tidak mengenal burung murai batu..Pastinya burung murai batu ini banyak yangsudah mengenalinya apalagi dengan suara kicauannya yang membuat para penghobi ingin memilikinya. dan jika sobat ingin membeli burung murai batu tentunya sobat harus sudah mengetahui jenis kelamin jantan dan betina. Agar nantinya sobat tidak merasa kecewa dalam pilihannya. 
Dan bagi sobat yang ingin membeli dan belum tahu membedakan jenis kelaminnya pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tipsnya. mungkin dengan adanya artikel dari saya bisa menjadi pedoman untuk sobat yang mau beli burung murai batu trotolan.
ya memang sedikit sulit untuk membedakannya, karena burung murai batu pada saat masih kecil atau trotol terlihat sama. Oke kita langsung saja.
Tips cara membedakan murai batu jantan dan betina saat masih trotolan :

Burung murey batu anakan betina.
  1. Memiliki Bentuk kepala lebih kecil dari yang jantan sedangkan bentuk paruh lebih tipis dan lancip kalo di lihat dari atas kepalanya.
  2. Bagian warna bulu warna hitamnya lebih keabu-abuan, bulu dada cenderung lebih putih tidak kuning legam, garis hitam di leher berwarna hitam keabu-abuan dan lebih pudar.
  3. Pada bagian tubuh postur tubuh relatip lebih kecil.
  4. Biasanya dari suara saat lapar masih dalam kondisi di loloh suaranya lebih kecil atau cempreng.
Cara membedakan jantan dan betina pada murai batu yang masih trotol

Burung murai batu anakan jantan :
  1. Memiliki Bentuk kepala lebih lebar dan besar dari pada yang betina, Bentuk paruh lebih tebel dan lebih panjang , kalo kita lihat dari atas pangkal bagian paruhnyapun lebih lebaR.
  2. Bagian warna bulu berwarna hitam legam dan mengkilap, bulu pada bagian dada berwarna kuning tegas warna totol hitam di bagian leher berwarna hitam legam atu lebih jelas.
  3. Pada bagian postur tubuh relatip yang jantan biasanya lebih besar dan bongsor di bandingkan yang betina.
  4. Biasanya dari suara sang jantan pada saat dia lapar masih dalam kondisi di loloh suaranya lebih ngebas atau lebih besar dan bergelombang.
Cara membedakan jantan dan betina pada murai batu yang masih trotol

Mungkin dengan cara di atas bisa sobat coba pada saat sobat mau membeli burung murai batu jantan trotolan akan tetapi pada dasarnya ciri - ciri di atas hanya sebagai usulan saja tidak hal mutlak karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya terutama faktor turunan burung murai batu anakan tersebut.

Rabu, 24 Januari 2018

Cara memilih murai batu hutan yang bagus

Burung murai batu ) Nah sobat pastinya sudah tau kalau burung murai batu merupakan salah satu burung yang bisa mengeluarkan kicauan merdu dan sangat bagus. Ada murai batu yang berasal dari penangkaran (ternak) ada juga murai batu yang berasal dari hutan, jadi jika kita menangkap langsung dari hutan dan suara kicaunya tidak kalah dengan yang dari penangkaran.
Nah, jika sobat ingin memelihara murai batu hutan dan males untuk menagkapnya, maka bisa juga sobat membelinya dari penjual burung. Akan tetapi ingat jangan sampai kita tertipu, karena ada juga oknum penjual burung yang menghalalkan segala cara agar bisa menghasilkan uang yang banyak. Untuk itu kita harus tahu terlebih dahulu ciri dari murai batu hutan yang benar dan bagus agar tidak tertipu.
Cara memilih murai batu hutan yang bagus

Dibawah ini cara memilih murai batu yang bagus dan berkualitas

Bagian Mata Murai Batu :

  • Pilihlah murai batu yang mempunyai mata cerah dan sorotannya tajam serta melotot. Jangan memilih murai batu yang memiliki mata buram atau ada selaput putihnya karena kemungkinan itu terkena katarak dan bisa mengakibatkan kebutaan.

Bagian Kepala Murai Batu :

  • Kalian harus tahu bahwa bentuk kepala dengan mata murai batu merupakan kombinasi yang berpasangan sehingga membuatnya sangat pas. Murai batu yang bermental baja biasanya memiliki bentuk kepala yang kotak.

Bagian Paruh Murai Batu :

  • Kalian pilih murai batu yang mempunyai paruh lurus dan pilih murai batu yang mempunyai lubang hidung sedekat mungkin dengan mata.

Bagian Ekor Murai Batu :

  • Murai batu yang bagus mempunyai bulu ekor yang rapat namun tidak terlalu tebal alias ringan tapi kuat.


Bagian Bulu Dada Murai Batu :

  • Pilihlah bulu dada murai batu yang agak kekuning – kuningan dan itu akan memudahkan kita dalam melatihnya.

Bagian Postur Tubuh Murai Batu :

  • Untuk bagian tubuh bisa kalian lihat pada bagian leher (harus panjang), ekor dan kaki harus serasi. Jangan pernah membeli murai batu yang buntet atau kaki seperti mencengkram kuat karena bisa jadi murai batu tersebut sedang dalam keadaan sakit.

Perilaku Murai Batu :

  • Murai batu yang bagus dan sehat akan terlihat dari prilakunya, jadi ketika kita pegang maka akan melawan dengan mamtuk tangan kita serta mempunyai nafsu makan yang besar

Usia Murai Batu :

  • Usahakan membeli murai batu yang masih berusia muda, biasanya murai batu yang masih muda memiliki bintik coklat pada bagian sayap dalam sebelah kanan.

Nah, itulah beberapa ciri murai batu hutan yang memiliki kualitas bagus, tapi ingat jangan sampai kita merusak hutan karena ingin mendapatkan murai batu hutan. Karena itu bisa merusak habitatnya dan dilindungi oleh pemerintah, semoga bisa bermanfaat

Mengatasi masalah murai batu yang drop mental

Sobat pasti sudah pada tahu kalau burung murai batu memang dikenal dengan karakter petarung yang cukup tinggi, bahkan jika bertemu dengan murai batu yang lain akan langsung melawan dan bertarung dengan mental yang kuat. Tapi kalian semua harus tahu kalau murai batu juga bisa mengalami drop mentalnya dan itu harus benar – benar menjadi perhatian kita agar tidak berkelanjutan dan kembali mempunyai daya tarung dan mental yang besar.
Mengatasi masalah murai batu yang drop mental

Burung murai batu yang mengalami mental drop akan kelihatan melemas dan males ngapa – ngapain termasuk mengeluarkan kicauan merdunya. Sebelum kita terjun keberapa cara dalam mengatasi murai batu yang mentalnya drop akan lebih baik jika kita mengetahui beberapa penyebab yang mengakibatkan mental murai batu drop. Ya pasti itu terjadi karena berbagai hal
Diantaranya sebagai berikut :

  • Perawatan yang kurang dan terkesan asal -asalan yang dilakukan oleh pemilik burung
  • Tekanan atau perlakukan yang kasar dari pemilik burung
  • Banyaknya kucing, anjing yang sewaktu – waktu bisa memakannya sehingga membuat murai batu stres karena ketakutan.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa membuat mental murai batu drop. Hal ini biasanya terjadi pada murai batu yang masih muda sehingga mentalnya belum cukup kuat, berbeda dengan yang sudah cukup umur sehingga bisa dengan cepat mengembalikan mentalnya.

Sekarang kita beralih pada cara mengatasi murai batu yang mentalnya drop.
karena beberapa hal diatas, jadi harus kita kembalikan mentalnya menjadi kuat dengan beberapa cara yang akan aku sebutin dibawah ini.:

  • Sobat berikan suasana nyaman dan tenang, bisa kalian masukan kedalam kandang dan tutup kain serta simpan ditempat yang jauh dari kebisingan.
  • Jangan biarkan murai batu meihat atau mendengar murai batu lainnya yang sedang berkicau.
  • Beri makan lebih dari biasanya, misal yang biasanya diberikan jangkrik 2 dalam satu hari bisa kalian rubah menjadi 10 jangkrik dengan 5 jangkrik di pagi hari dan 5 jangkrik disore hari.
  • sobat lakukan pengembunan dan penjemuran secara rutin untuk memulihkan staminanya dan jangan dulu dimandikan karena bisa menambah stres murai batu.
  • Berikan suplemen atau vitamin yang cocok dan memang sudah biasa kalian gunakan.
  • Berikan terapi suara air agar lebih manthap, hal ini biasanya dilakukan pada burung murai batu yang mentalnya menciut saat bertanding.

Nah, itulah beberapa hal yang harus kalian lakukan dalam menghadapi burung murai batu yang mentalnya drop. Apabila hal - hal diatas dilakukan dengan baik maka biasanya dalam waktu 1 minggu murai batu akan kembali terlihat agresif dan mulai berkicau kembali, itu tandanya mental murai batu berangsur pulih dan kembali seperti biasanya, semoga bisa bermanfaat

4 Penyakit yang sering terjadi pada murai batu dan penangananya

Burung Murai batu adalah burung yang sangat banyak digemari para pencinta burung, hal ini karena dengan gaya kicaunya yang bagus,  Bahkan merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki murai batu terbukti dengan adanya perlombaan kicau burung yang melibatkan kicauan burung murai batu.
Namun kadang ada juga murai batu yang tidak mau berkicau, loyo, tidak kelihatan fit dan yang lainnya mungkin karena lagi terkena penyakit atau yang lainnya.
Nah, ngomong - ngomong tentang penyakit! penyakit apa saja yang suka hinggap dan menempel pada burung murai batu?
4 Penyakit yang sering terjadi pada murai batu dan penangananya

Banyak jenis penyakit yang menyerang murai batu dan sobat harus tahu itu, agar secepat dan sebisa mungkin untuk mengatasinya agar tidak jadi berkelanjutan.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang menyerang murai batu dan cara penanganannya :

1. Suaranya Burung Menjadi Serak

Sobat  harus sigap jika kedapatan murai batu yang mengalami serak pada suaranya atau suaranya tidak merdu lagi. Mungkin sedang terkena penyakit dan biasanya akan sulit untuk makan, ya karena yang di unggulkan dari murai batu adalah suaranya maka harus segera diobati dan jangan sampi dibiarkan begituh saja.
Untuk cara penanganan murai batu yang suaranya menjadi serak

  • Hal pertama sobat cari daun lateng putih lalu peras
  • Teteskan perasan air dari daun tersebut ke paruh murai
  • Kemudian posisikan murai batu dengan tubuh membungkuk, agar lendir yang ada pada tenggorokannya bisa keluar.
  • Selain itu kalian juga bisa menambahkan air dari daun sirih yang sudah di rebus atau rebusan daun sirih.

2. Mata Membengkak
Mata bengkak yang terjadi pada murai batu bisa disebabkan terlalu banyak memeberikan makanan exstra(Exstra Food), jadi harus benar – benar di perhatikan jangan terlau banyak jangan juga terlalu sedikit (disesuaikan dengan kebutuhan).

Cara penanganan murai batu yang matanya membengkak

  • Tadi sudah tahu penyebab mata murai batu membengkak, jadi bisa kalian rawat dengan mengatur pola makan dengan baik.
  • Jangan lupa bersihkan selalu kandang
  • Jika sudah terasa parah, bisa kalian bawa ke klinik hewan.

3. Serangan Kutu
Hati - hati kutu yang menyerang murai batu bisa mengakibatkan bulu murai batu menjadi rontok dan menyebabkan gatal.

Cara penanganan murai batu yang terserang kutu.

  • Bisa dengan menggunakan air beras, jadi kalian cuci beras dan airnya kita ambil (putih).
  • Masukan kedalam wadah berupa semprotan dan semprotkan ke bulu – bulu murai batu sampai rata.
  • Atau bisa juga kalian beli obat kutu dan semprotkan juga kebulunya sampai merata.

4. Bulu Ekor Lama Tumbuh

Biasanya, kalau sudah terjadi mabung ada murai batu yang susah untuk mengembalikan bulunya seperti semula bisa dibilang lambat dari yang biasanya. Kemungkinan karena banyaknya jamur yang menempel pada murai batu.

Cara penanganan murai batu yang bulunya susah tumbuh

  • sobat gososk - gosok kulit murai batu secara perlahan dengan menggunakan air hangat agar jamur yang menempel bisa hilang.
  • Selanjutnya sobat  kasih sirih dan kunyit dengan cara di parud dan di gosok gosok kembali kebagian tubuh murai batu yang tidak tumbuh bulu.

Nah, itulah beberapa penyakit yang suka bersarang pada burung murai batu dan cara menanganinya. Itu termasuk cara sederhana dalam penaganannya, jika sakit berlanjut segera bawa ke klinik kesehatan hewan, terimaksih dan semoga bisa bermanfaat.