Salah satu yang menjadi pertanyaan banyak orang tentang cara melatih piyik
Kebetulan saya pribadi pernah mencoba keduanya , sekarang lebih memilih dari jarak 100 atau 150meter sudah gandeng.
Tapi kapan saat yang tepat untuk mulai gandeng?
Berikut ini penjelasnya :
- Pertama awal merpati piyik dibawa kelapangan kalau bisa setelah mengeram minimal 1x , tujuannya biar hapal sama istrinya.
- Dan ebelum memutuskan untuk digandeng , perhatikan dahulu KEMANTAPAN LANGKAHNYA dan LANDINGNYA , umumnya pada giringan ke 3 di jarak 100meter atau 150meter mulai digandeng, terus sampai mentok sampai jadi.
Usahakan pilih gandengan yang sesuai dengan bakatnya
- Seperti kalau kita punya anak, bakat anak kita itu atlet salah satu bidang olahraga , ya jangan di les atau kursus kan di bidang musik
- Nah kalau diburung umpama kita prediksi burung bagusnya main tinggi jangan kita kasih pelatih yang pendek , demikian juga sebaliknya , tau dari mana bakat atau kemampuannya jika tidak pandai meraba atau menerka bakatnya, tanyakan ke peternaknya , peternak yang handal bukan abal abal pasti harus bisa menjawab dengan benar.
Lalu bagaimana dengan metoda engkel ?
Pernah dulu ada beberapa teman yang lulusan main merpati balap , piyik dilatih engkel sampai mentok, hasilnya ketika sudah jadi , ada beberapa burung yang ketika digandeng jadi takut dan melebar , ada juga yang sprint tapi sampai ke kolong pendek .
Bisa jadi juga... tapi mengajarkan lagi seperti hampir dari awal lagi, jadi saya pikir agak membuang waktu juga .
Tapi walaupun demikian ada satu atau beberapa burung yg memang berhasil juga dilatih dgn metoda ini.
Logikanya menurut saya
- Karna naluri merpati pada umumnya adalah HOMING atau pulang ke rumah , sedangkan kolong adalah bentukan seni dari manusia , jadi naluri alami burung bukan alami masuk ke kolong, itu adalah faktor kebiasaan karena pelatihan yang sesuai
Hewan bisa dilatih menurut kebiasaan.
Contohnya
- Burung beo yg pandai menirukan suara orang, karna terbiasa dilatih atau mendengarkan suatu kata atau kalimat yg sama secara berulang ulang maka tersimpanlah dalam memori. Masih banyak contoh lainnya dalam dunia pelatihan skill terhadap hewan karna campur tangan manusia.
Jadi metoda mana yang akan Anda pakai itu hak Anda sendiri.
Tulisan ini saya buat sekedar sharing pengalaman saja
Bukan mengajarkan atau menggurui. sumber Yoen EL Baron
EmoticonEmoticon