Tampilkan postingan dengan label Ayam bangkok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayam bangkok. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Penyakit dan pengobatan pada ayam

lNFEKSI BAKTERI

1. Snot/Coryza 

Disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit ini biasanya menyerang ayam akibat adanya perubahan musim. Perubahan musim biasanya mempengaruhi kesehatan ayam. Snot banyak ditemukan di daerah tropis. Penyakit ini menyerang hampir semua umur ayam. Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30% tetapi angka morbiditas atau angka kesakitannya mencapai hingga 80%. Snot bersifat kronis, biasanya berlangsung antara 1-3 bulan. Ayam betina berumur 18-23 minggu paling rentan terhadap penyakit ini. Namun menurut pengalaman kami, ayam berumur kurang dari 16 minggu mempunyai angka kematian yang cukup tinggi jika terkena penyakit ini. Sedangkan ayam yang sedang bertelur dapat disembuhkan tetapi produktivitas telur menurun hingga 25%. Penularan Snot dapat melalui kontak langsung, udara, debu, pakan, air minum, petugaskandang dan peralatan yang digunakan.


Dari berbagai referensi yang kami dapatkan gejala penyakit Snot pada ayam adalah sbb:

  • Ayam terlihat mengantuk, sayapnya turun
  • Keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas
  • Muka dan mata bengkak akibat pembengkakan sinus infra orbital
  • Terdapat kerak dihidung
  • Napsu makan menurun sehingga tembolok kosong jika diraba
  • Ayam mengorok dan sukar bernapas
  • Pertumbuhan menjadi lambat.

Pengobatan Snot yang diberikan adalah;
Preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole, menurut beberapa penulis penyakit ini dapat diobati dengan antibiotika seperti Ultramycin, imequil atau corivit. Kami menggunakan preparat enrofloksacyn atau lebih dikenal dengan Enflox produksi SHS dan saat ini kami sedang mencoba menggantinya dengan preparat amphycillin dan colistin atau lebih dikenal dengan Amphyvitacol produksi Vaksindo. Seorang penulis menyebutkan pengobatan tradisional juga dilakukan dengan memberikan susu bubuk yang dicampur dengan air dan dibentuk sebesar kelereng sesuai dengan bukaan mulut ayam dan diberikan 3 kali sehari.

Sedangkan pengobatan tradisional yang kami lakukan adalah memberikan perasan tumbukan jahe, kunir, kencur dan lempuyang. Air perasan ini dicampurkan pada air minum. Sedangkan ampasnya kami campurkan pada sedikit pakan. Selain ramuan ini menghangatkan tubuh ayam, ramuan ini juga berkhasiat untuk menambah napsu makan ayam. Selain memberikan obat yang diberikan bersama dengan air minum, kami juga memberikan obat secara suntikan pada ayam yang sudah parah. Obat yang kami berikan adalah Sulfamix dengan dosis 0.4 cc/kg BB ayam. Hal lain yang perlu dilakukan karena penyakit ini mempunyai penularan yang sangat cepat dan luas, ayam yang terkena Snot harus sesegera mungkin dipisahkan dari kelompoknya.

Upaya pencegahan yang dilakukan adalah :
Dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini.

2. Berak Kapur ;
Atau Pullorum

Berak kapur disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Berak kapur sering ditemukan pada anak ayam umur 1-10 hari.

Gejala yang timbul adalah :

  • napsu makan menurun
  • kotoran encer dan bercampur butiran-butiran putih seperti kapur
  • bulu dubur melekat satu dengan yang lain
  • jengger berwarna keabuan
  • badan anak ayam menjadi menunduk
  •  sayap terkulai
  • mata menutup


Penulis yang lain mengatakan gejala anak ayam yang terkena berak kapur selain gejala yang disebutkan di atas, anaka ayam akan terlihat pucat, lemah, kedinginan dan suka bergerombol mencari tempat yang hangat.

Berbeda dengan ayam dewasa, gejala berak kapur tidak nyata benar. Ayam dewasa yang terkena berak kapur akan mengalami penurunan produktivitas telur, depresi, anemia, kotoran encer dan berwarna kuning.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga sanitasi mulai dari mesin penetasan hingga sanitasi kandang dan melakukan desinfeksi kandang dengan formaldehyde sebanyak 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan.

Pengobatan Berak Kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas  di dada ayam. Penulis lain menyebutkan pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan preparat sulfonamide.

3, Berak Hijau

Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, demikian pula pengobatannya. Selama ini penyakit ini diduga disebabkan oleh bakteri sejenis Salmonella pullorum. Penularan berak hijau  sangat mudah yaitu melalui kontak langsung termasuk saat jantan mengawini betina dan melalui pakan dan minuman yang terkontaminasi dengan ayam yang sakit. Pengaruh penyakit ini dapat sampai ke DOC keturunan induk yang sakit.

Gejala penyakit ini adalah:

  • jengger berwarna biru
  • mata lesu
  • napsu makan menurun
  • sekitar pantat terlihat memutih dan lengket.


Upaya pencegahan merupakan hal utama antara lain dengan menjaga sanitasi kandang, memisahkan antara ayam yang sakit memberikan pakan yang yang baik.

Jika ayam yang terinfeksi mengalami kematian, lebih baik ayam tersebut dibakar agar bakteri tersebut ikut mati dan tidak menular ke ayam yang lain.



4. Kolera

Penyebab penyakit ini adalah bakteri Pasteurella gallinarum atau Pasteurella multocida. Biasanya menyerang ayam pada usia 12 minggu. Penyakit ini menyerang ayam petelur dan pedaging. Serangan penyakit ini bisa bersifat akut atau kronis. Ayam yang terserang kolera akan mengalami penurunan produktivitas bahkan mati. Bakteri ini menyerang pernapasan dan pencernaan.

Kolera dapat ditularkan melalui kontak langsung, pakan, minuman, peralatan, manusia, tanah maupun hewan lain. Pada serangan akut, kematian dapat terjadi secara tiba-tiba.



Sedangkan pada serangan kronis didapatkan gejala sbb:

  • napsu makan berkurang
  •  sesak napas
  • mencret
  • kotoran berwarna kuning, coklat atau hijau berlendir dan berbau busuk
  • jengger dan  pial bengkak serta kepala berwarna kebiruan
  • ayam suka menggeleng-gelengkan kepala
  • persendian kaki dan sayap bengkak disertai kelumpuhan
Dan lesi yang didapatkan pada unggas yang mengalami kematian pada kolera akut antara lain adalah :

+    perdarahan pintpoint pada membran mukosa dan serosa dan atau pada lemak abdominal

+    inflamasi pada 1/3 atas usus kecil

+    gambaran “parboiled” pada hati

+    pembesaran dan pembengkakan limpa

+    didapatkan material berbentuk cream atau solid pada persendian

Diagnosis secara tentative dapat didirikan atas riwayat unggas, gejala dan lesi postmortem. Sedangkan diagnosis definitive didapatkan pada isolasi dan identifikasi organisme ini.

Tindakan pencegahan sangat penting dilakukan antara lain dengan menjaga agar litter tetap kering, mengurangi kepadatan kandang, menjaga kebersihan peralatan kandang dan memberikan vitamin dan pakan yang cukup agar stamina ayam tetap terjaga.

Pengobatan kolera dapat dilakukan dengan menggunakan preparat sulfat atau antibiotik seperti noxal, ampisol atau inequil.

5. Chronic Respiratory Disease (CRD) 
atau ngorok 
atau Air Sac 
atau Sinusitis 

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. Biasanya menyerang ayam pada usia 4-9 minggu. Penuluaran terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat makan dan minum, manusia, telur tetas atau DOC yang terinfeksi.

Seorang penulis menyebutkan bahwa gejala CRD ini mirip dengan Snot atau Coryza yaitu:

  • batuk-batuk
  • napas berbunti atau ngorok
  •  keluar cairan dari lubang hidung
  • nafsu makan turun
  •  produksi telur turun
  • ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya


Sedangkan penulis lain mengatakan gejala yang timbul pada CRD adalah:

  • ayam kehilangan napsu makan secara tiba-tiba dan terlihat lesu
  •  warna bulu pucat, kusam dan di beberapa lokasi terjadi perlengketan terutama di sekitar anus
  • terjadi inkoordinasi saraf
  • tinja cair dan berwarna putih


Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara yang paling sederhana yaitu tidak membeli DOC dari produsen yang tidak diketahui  dan melakukan sanitasi kandang.

Pengobatan CRD pada ayam yang sakit dapat diberikan baytrit 10% peroral, mycomas dengan dosis 0.5 ml/L air minum, tetraclorin secara oral atau bacytracyn yang diberikan pada air minum.


6. Colibacillosis 

Penyebab penyakit ini adalah Escherichia coli. Problem yang ditimbulkan dapat infeksi akut berat dengan kematian yang tiba-tiba dan angka kematian yang tinggi hingga infeksi ringan dengan angka kesakitan dan kematian yang rendah.infeksi dapat terjadi pada saluran pernapasan, septicemia atau enteritis karena infeksi pada gastrointestinal. Penyakit ini dapat berdiri sendiri atau diikuti oleh infeksi sekunder. Infeksi sekunder yang menyertai penyakit ini adalah Mycoplasma gallisepticum. Semua umur dapat terkena penyakit ini, namun yang paling banyak adalah ayam usia muda.

Gejala yang ditimbulkan pada penyakit ini disebabkan oleh toksin yang dikeluarkan oleh bakteri akibat pertumbuhan dan multiplikasi. Invasi primer terjadi pada system pernapasan dan system gastrointestinal. Omphalitis atau infeksi pada anak ayam terjadi karena penutupan tali pusat yang kurang baik atau karena invasi bakteri melalui cangkang telur pada saat inkubasi.

Berikut ini gejala yang timbul pada penyakit ini adalah:

  • napsu makan menurun
  •  ayam lesu dan tidak bergairah
  • bulu kasar
  • sesak napas
  •  kotoran banyak menempel di anus
  • diare
  •  batuk


Pada septicemia akut dapat menyebabkan kematian yang tiba-tiba.
Pada pembedahan akan didapatkan:

  • dehydrasi
  •  bengkak dan kongesti pada hati, limpa dan ginjal
  • perdarahan pinpoint pada organ viscera
  • eksudat fibrinous pada kantung udara, kantung jantung dan permukaan jantung, hati dan paru (sangat karakteristik)
  • usus menipis dan inflamasi serta mengandung mucous dan area perdarahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi kandang seperti menjaga ventilasi udara, litter yang terjaga kebersihannya, secara teratur melakukan desinfeksi terhadap peralatan dan fasilitas lainnya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kualitas pakan dan air minum, kepadatan kandang harus diperhatikan, penanganan mesin penetas telur dan menjauhkan ayam dari stress yang dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Pengobatan Colibasillosis dapat dilakukan dengan obat-obat sulfa, neomisin, streptomisin dan tetrasiklin. Meskipun demikian, menurut info yang lain dikatakan pengobatan penyakit ini cenderung susah dan tidak menentu.

7. INFEKSI VIRAL
Tetelo
Newcastle Disease (ND)
Sampar Ayam
Pes Cekak
ND merupakan infeksi viral yang menyebabkan gangguan pada saraf pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh virus Paramyxo  dan biasanya dikualifikasikan menjadi:

A.  Strain yang sangat berbahaya atau disebut dengan Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND) atau tipe Velogenik, tipe ini menyebabkan kematian yang luar biasa bahkan hingga 100%.

B.  Tipe yang lebih ringan disebut degan “Mesogenic”. Kematian pada anak ayam mencapai 10% tetapi ayam dewasa jarang mengalami kematian. Pada tingkat ini ayam akan menampakangejala seperti gangguan pernapasan  dan saraf.

C.  Tipe lemah (lentogenik) merupakan stadium yang hampir tidak menyebabkan kematian. Hanya saja dapat menyebabkan produktivitas telur menjadi turun dan kualitas kulit telur menjadi jelek. Gejala yang tampak tidak terlalu nyata hanya terdapat sedikit gangguan pernapasan.

ND sangat menular, biasanya dalam 3-4 hari seluruh ternak akan terinfeksi. Virus ini ditularkan melalui sepatu, peralatan, baju dan burung liar.

Pada tahap  yang mengenai pernapasan maka virus akan ditularkan melalui udara. Meskipun demikian pada penularan melalui udara, virus ini tidak mempunyai jangkauan yang luas. Unggas yang dinyatakan sembuh dari ND tidak akan dinyatakan sebagai “carrier” dan biasanya virus tidak akan bertahan lebih dari 30 hari pada lokasi pemaparan.

 Gejala yang nampak pada ayam yang terkena penyakit ini adalah sebagai berikut:

  • excessive mucous di trakea
  • gangguan pernapasan dimulai dengan megaop-megap, batuk, bersin dan ngorok waktu bernapas
  • ayam tampak lesu
  • napsu makan menurun
  • produksi telur menurun
  • mencret, kotoran encer agak kehijauan bahkan dapat berdarah
  • jengger dan kepala kebiruan, kornea menjadi keruh, sayap turun, otot tubuh gemetar, kelumpuhan hingga gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang-kejang dan leher terpuntir.

Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

  • ayam yang tertular harus dimusnahkan.
  • vaksinasi harus dilakukan untuk memperoleh kekebalan. Jenis vaksin yang kami gunakan adalah ND Lasota yang kami beli dari PT. SHS. Vaksinasi ND yang pertama, kami lakukan dengan cara pemberian melalui tetes mata pada hari ke 2. Untuk berikutnya pemberian vaksin kami lakukan dengan cara suntikan di intramuskuler otot dada.
  •  untuk memudahkan untuk mengingat mengenai waktu pemberian vaksin, seorang penulis menyarankan agar memberikan vaksin ini dengan pola  444. maksudnya vaksin ND diberikan pada ayam yang berumur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan seterusnya dilakukan 4 bulan sekali. Namun kami mempunyai sedikit perbedaan dengan jadwal pola 444.(lihat jadwal pemberian vaksin modifikasi kami)

Pencegahan yang harus dilakukan oleh para peternak mengingat penyakit ini sangat infeksius adalah sebagai berikut:

  • memelihara kebersihan kandang dan sekitarnya. Kandang harus mendapat sinar matahari yang cukup dan ventilasi yang baik.
  • memisahkan ayam lain yang dicurigai dapat menularkan penyakit ini.
  •  memberikan ransum jamu yang baik.

8. Gumoro
Infectious Bursal Disease

Penyakit ini menyerang kekebalan tubuh ayam, terutama bagian fibrikus dan thymus. Kedua bagian ini merupakan pertahanan tubuh ayam. Pada kerusakan yang parah, antibody ayam tersebut tidak terbentuk. Karena menyerang system kekebalan tubuh, maka penyakit ini sering disebut sebagai AIDSnya ayam. Ayam yang terkena akan menampakan gejala seperti gangguan saraf, merejan, diare, tubuh gemetar, bulu di sekitar anus kotor dan lengket serta diakhiri dengan kematian ayam.

Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah virus dari genus Avibirnavirus. Di dalam tubuh ayam, virus ini dapat hidup hingga lebih dari 3 bulan, kemudian akan berkembang menjadi infeksius. Gumoro memang tidak menyebabkan kematian secara langsung pada ayam, tetapi infeski sekunder yang mengikutinya akan menyebabkan kematian dengan cepat karena kekebalan tubuhnya tidak bekerja.

Seorang penulis menyebutkan bahwa gumoro menyerang anak ayam pada usia 2 – 14 minggu dengan gejala awal sbb:

  • napsu makan berkurang
  •  ayam tampak lesu dan mengantuk
  • bulu tampak kusam dan biasanya disertai dengan diare berlendir yang mengotori bulu pantat
  • peradangan di sekitar dubur dan kloaka.biasanya ayam akan mematoki duburnya sendiri.
  •  jika tidur, paruhnya menempel di lantai dan keseimbangan tubuhnya terganggu.

 Sedangkan penulis yang berbeda menyebutkan gejala gumoro adalah sbb:

  • diare berlendir
  • nafsu makan turun
  • gemetar dan sukar berdiri
  • bulu di sekitar anus kotor
  • ayam suka mematuk di sekitar kloaka

Penulis yang lain menyebutkan bahwa gumoro dapat dibagi 2 yaitu gumoro klinik dan sub klinik. Gumoro klinik menyerang anak ayam berumur  3-7 minggu. Pada fase ini serangan terhadap kekebalan tubuh ayam tersebut hanya bersifat sementara antara 2-3 minggu. Gumoro subklinik menyerang anak ayam berumur 0-3 minggu. Penyakit ini paling menakutkan karena kekebalan tubuh ayam dapat hilang secara permanen, sehingga ayam dengan mudah terserang infeksi sekunder.

Gumoro menyebar  melalui kontak langsung, air minum, pakan, alat-alat yang sudah tercemar virus dan udara. Yang sangat menarik adalah gumoro tidak menular dengan perantaraan telur dan ayam sudah sembuh tidak menjadi “carrier”. Upaya penanggulangan gumoro ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu vaksinasi, menjaga kebersihan lingkungan kandang.

9. Bronchitis
Infectious Bronchitis

Penyakit ini disebabkan oleh Corona virus yang menyerang system pernapsan. Pada ayam dewasa penyakit ini tidak menyebabkan kematian, tetapi pada ayam berumur kurang dari 6 minggu dapat menyebabkan kematian. Informasi yang lain menyebutkan bahwa ayam yang terserang penyakit ini dan berumur di bawah 3 minggu, kematian dapat mencapai 30-40%. Penularan dapat terjadi melalui udara, peralatan, pakaian. Virus akan hidup selama kurang 1 minggu jika tidak terdapat ternak pada area tersebut. Virus ini mudah mati karena panas atau desinfektan.

Gejala penyakit IB ini sangat sulit untuk dibedakan dengan penyakit respiratory lainnya. Secara umum gambaran penyakit tersebut adalah:

  • batuk
  •  bersin
  • rattling
  • susah bernapas
  • keluar lendir dari hidung
  • terengah-engah
  • napsu makan menurun
  • gangguan pertumbuhan
  • pada periode layer akan didapatkan produksi telur yang sangat turun hingga mendekati zero dalam beberapa hari, butuh waktu sekitar 4 minggu agar ayam kembali berproduksi, bahkan beberapa diantaranya tidak akan kembali ke normal. Telur yang dihasilkan akan berukuran kecil, cangkang telur lunak, bentuk telur menjadi irregular.

Sanitasi merupakan factor pemutus rantai penularan penyakit karena virus tersebut sangat rentan terhadap desinfektan dan panas. Pencegahan lain yang sangat umum dilakukan adalah dengan memberikan vaksinasi secara teratur.

1. Avian pox

Avian pox mempunyai daya sebar yang relatif lambat. Avian pox disebabkan oleh minimal 3 strain atau tipe yaitu: fowl pox virus (virus cacar pada unggas), pigeon pox virus (virus cacar pada burung dara) dan canary pox virus (virus cacar pada burung kenari). Biasanya cacar yang terjadi pada ayam disebabkan oleh fowl pox virus. Virus ini dapat ditularkan secara langsung maupun tidak langsung. Virus ini sangat resisten pada keropeng yang kering dan dalam beberapa kondisi dapat hidup hingga beberapa bulan. Virus ini dapat ditransmisikan melalui beberapa spesies nyamuk. Nyamuk ini akan membawa virus yang infeksius ini setelah nyamuk tersebut menggigit unggas yang terinfeksi.

Meskipun fowl pox penyebarannya relatif lambat, kawanan unggas ini dapat berpengaruh selama beberapa bulan. Perjalanan penyakit ini memerlukan waktu sekitar 3-5 minggu.

 Gejala yang didapatkan pada penyakit ini adalah:

-     pertumbuhan yang lambat pada unggas muda

-     telur menurun pada periode layer

-     kesulitan bernapas dan makan

-     dry pox, dimulai dari “small whitish foci” dan kemudian berkembang menjadi “wart-like nodules”. Nodule tersebut kemudian akan mengelupas dalam proses penyembuhan. Lesi ini biasanya terlihat pada bagian tubuh yang tidak berbulu seperti lubang telinga, mata , jengger, pial dan kadang-kadang ditemukan di kaki.

-     wet pox diasosiasikan dengan cavitas oral dan traktus respiratorius bagian atas, terutama pada laryng dan trakea.

 Langkah pencegahan yang utama adalah memberikan vaksinasi pada ayam. Pemberian vaksinasi dilakukan dengan melakukan penusukan pada sayap dengan jarum khusus.

 Marek (Visceral Leukosis)

Disebabkan oleh virus tipe DNA yang tergolong herpes tipe B. Marek diidentikan dengan penyakit anak ayam, meskipun demikian penyakit ini juga dapat menginfeksi ayam yang lebih tua. Anak ayam terserang adalah kelompok umur 3-10 minggu. Umur 8-9 minggu merupakan umur yang paling rawan. Penularan dapat terjadi secara kontak langsung, kotoran ayam, debu dan peralatan kandang.

Marek dapat menimbulkan beberapa variasi gejala klinis, antara lain:

-    Marek tipe visceral

Ditandai dengan lesi pada gonad, hati, limpa, ginjal dan kadang-kadang pada jantung, paru dan otot. Penyakit ini biasanya akut, rupanya unggas yang sehat akan mengalami kematian secara cepat dengan tumor internal yang masif.

-     Marek tipe neural

Ditandai dengan kelumpuhan yang progresif pada sayap, kaki dan leher. Penurunan berat badan, anemia, kesulitan bernapas dan diare merupakan gejala yang sering ditemukan .

 -    Ocular leucosis atau “gray eye”

Morbiditas dan mortalitas biasanya sangat kecil tetapi disebutkan mendekati 25%. Gejalanya dikarakteristikan dengan spotty depigmentation atau diffuse graying pada iris mata. Pupil mata berbentuk irregular dan gagal bereaksi terhadap cahaya. Diare berat dan kematian.

-     Skin leukosis

Pembesaran folikel bulu karena akumulasi limfosit.

 Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi pada DOC berumur 1 hari dengan vaksin Cryomarex HVT atau Cryomarex Rispens.Ayam yang terinfesi sebaiknya dimusnahkan agar tidak menularkan ke ayam yang sehat.


11. INFEKSI PROTOZOA
Berak Darah/ Koksidiosis

Berak darah atau sering disebut dengan koksidiosis disebabkan oleh protozoa dari genus Eimeria. Penularan penyakit ini dapat melalui kontak secara langsung maupun tidak langsung seperti kontak dengan droplet dari unggas yang terinfeksi. Pada saat unggas memakan koksidia, organisme ini akan menginvasi usus dan mengakibatkan kerusakan dan kemudian mulai berkembang biak. Beberapa minggu setelah terjadinya infeksi, koksidia akan berubah menjadi oocyst. Oocyst masih belum cukup matur, meskipun  oocyst  terdapat pada droplet, oocyst ini tidak dapat menginfeksi unggas lain kecuali ia berkembang  (sporulasi) menjadi bentuk yang lebih matang di litter. Bentuk inilah yang dapat menyebabkan infeksi pada unggas. Berat tidaknya penyakit ini tergantung dari jumlah protozoa yang termakan. Di dalam peternakan, penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui alas kaki, baju, burung liar, peralatan, tempat pakan, serangga atau rodent.

Gejala yang timbul pada penyakit ini adalah sbb:

-     kotoran lembek cenderung cair dan berwarna coklat kehitaman kerena mengandung darah

-     pertumbuhan terhambat

-     napsu makan menurun

 -     pada pembedahan ayam yang mengalami kematian akibat penyakit ini akan ditemukan pada usus besarnya akan bengkak berisi darah.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memberikan vaksinasi pada ayam pada usia 4 hari. Biasanya kami akan memberikan vaksinasi ini dengan melakukan penyemprotan pada pakan. Selain itu harus dilakukan sanitasi yang baik pada kandang DOC. Pilihlah pakan yang sudah mengandung koksidiostat ( preparat pembunuh protozoa Eimeria).


12. INFEKSI PARASIT
 Cacingan
Worm Disease
Cacingan pada ayam  dapat disebabkan oleh:

-    Ascaridia galli

Infeksi cacing ini terutama menyerang ayam usia 3-4 bulan. Spesimen dari parasit ini kadang-kadang ditemukan dalam telur. Cacing ini berpindah tempat dari usus ke oviduct dan dapat masuk ke dalam telur pada saat pembentukan telur tersebut. Cacing dewasa mudah dilihat dengan mata telanjang karena panjang cacing dewasa mencapai ½ hingga 3 inchi.

Riwayat hidup cacing ini sangat simple. Cacing betina akan meletakan telurnya di usus unggas yang terinfeksi dan akan ikut dikeluarkan bersama tinja. Embrio akan terus berkembang dalam telur tersebut meskipun tidak akan langsung menetas. Larva dalam telur mencapai stadium infektif dalam 2-3 minggu. Telur yang mengandung embryo ini sangat tahan banting bahkan dalam kondisi laboratorium dapat bertahan hingga 2 tahun, sedangkan dalam keadaan biasa akan tetap bertahan hingga 1 tahun bahkan lebih. Hal yang penting di sini adalah desinfektan yang digunakan pada peternakan tidak dapat membunuh/ merusak telur. Unggas akan terinfeksi jika memakan telur cacing ini.

Unggas yang terinfeksi oleh cacing ini akan terlihat lesu, diare dan kurus. Kerusakan utama yang ditimbulkan adalah penurunan efisiensi pakan, namun kematian hanya timbul pada infeksi yang sangat berat.

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kandang dengan baik dan pemisahan ayam berdasarkan umur. Bersihkan kandang sebersih mungkin jika kandang akan digunakan untuk populasi ayam yang baru.Sedangkan obat yang digunakan adalah preparat piperazine yang hanya dapat memutus rantai penularan dengan membunuh cacing dewasa. Preparat yang biasa kami gunakan dan kami berikan tiap 4 minggu adalah Piperavaks produksi dari Vaksindo. Pemberian obat ini cukup dicampurkan pada air minum.

-      Heterakis gallinae

Parasit ini tidak menimbulkan akibat yang serius pada kesehatan ayam. Minimal tidak menimbulkan gejala atau patologi yang signifikan. Cara penularan cacing ini sama dengan Ascaris. Namun telur yang mengandung larva akan infektif dalam 2 minggu. Dalam cuaca yang dingin akan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Parasit ini dapat dibasmi dengan fenbendazole.

-     Capillaria annulata atau Capllaria contorta

Cacing ini sering ditemukan pada esophagus dan tembolok. Parasit ini menyebabkan penipisan dan inflamasi pada mukosa. Pada system gastrointestinal bagian bawah, dapat ditemukan beberapa spesies parasit tetapi biasanya adalah Capillaria obsignata.

Berbeda dengan cacing yang lain, pembentukan embryo memakan waktu 6-8 hari dan akan sangat infeksius untuk peternakan. Kerusakan terparah akan terjadi pada 2 minggu setelah infeksi. Parasit ini akan menimbulkan inflamasi berat dan kadang-kadang terjadi perdarahan. Erosi pada usus akan menyebabkan kematian. Problem yang sering ditimbulkan oleh parasit ini adalah penurunan pertumbuhan, penurunan produksi dan fertilitas.

Sanitasi yang baik merupakan kunci pencegahan yang utama. Pemberian vitamin A dapat memberikan nilai tambah. Parasit ini dapat dibasmi dengan menggunakan fenbendazole atau leviamisole.

Secara umum, seorang penulis menggambarkan gejala penyakit cacingan pada ayam adalah sbb:

-     tubuh ayam menjadi kurus

-     nafsu makan berkurang

-     sayap kusam dan terkulai

-     kotoran encer, berlendir berwarna keputihan dan kadang berdarah

-     pertumbuhan lamban

 Penanggulangan yang dapat dilakukan secara umum adalah:

-     sanitasi kandang dengan desinfektan

-     pemberian Caricid pada umur 4-6 minggu dengan dosis 30 ml/3 liter air untuk 100 ekor ayam. Umur lebih dari 6 minggu diberi dosis 6 ml/10 L air untuk 100 ekor ayam

-     campurkan premix 2.4% ke dalam makanan dengan dosis 2.5 kg/kg pakan diberikan selama 5-6 hari

Faktor Lain;


Faktor utama penyebab ayam sakit adalah karena kecerobohan dalam mengelola peternakan yang diakibatkan oleh faktor-faktor :

1.  Sanitasi yang tidak benar, dengan ciri peternakan menjadi kotor, bau dan terkesan jorok

2. Tidak melakukan pembersihan rutin dan pemberian obat dan vitamin kepada unggas yang ada.

3. Dan tidak dilakukannya vaksinasi pada unggas.

 Yang terpenting adalah

" LAKUKAN VAKSINASI "

Dengan cara-cara yang benar dan waktu yang teratur seperti kami terangkan pada halaman vaksinasi.

Rabu, 15 November 2017

Tips memilih babon ayam bangkok yang baik

Tips memilih babon yang baik, bagi pemula memilih babon yang berkualitas memang lumayan sulit.
Tidak segampang memilih ayam bangkok petarung. Kalau memilih ayam bangkok petarung jelas saja gampang,  sobat cukup melihat kualitas dari pertarungannya, apakah selalu menang atau kalahan. akan tetapi hal ini berbeda dengan memilih ayam bangkok babon, pemilihan babon bangkok ada ciri - ciri khusus yang harus sobat pahami  Dan artikel kali saya akan mengulas tentang ciri ciri ayam babon yang bagus dan baik. Dalam peternakkan ayam, ada dua tipe babon yang di kenal yaitu babon unggulan dan babon cetak.  Keduanya mempunyai kelebihan masing-masing.
Berikut ini penjelasan tentang kedua kriteria ayam babon tersebut :
Tips memilih babon ayam bangkok yang baik

  • Babon unggulan :                                                                                                                    Babon unggulan merupakan babon yang keturunannya murni dari ayam bangkok maksudnya orang tuanya murni bangkok. Kelebihan dari babon unggulan ini dia akan menghasilkan keturunan yang menyerupai induknya. Bila babon ini di kawinkan dengan ayam jantan yang kualitasnya jelek, maka keturunannya akan dominan mengikuti dari induknya bahkan kualitasnya lebih bagus dari bapaknya. Babon unggulan ini mempunyai ciri-ciri khusus, seperti memiliki silsilah induk yang bagus, struktur tulang yang bagus, bentuk badan yang ideal (seperti botol), dan memiliki teknik bertarung yang bagus juga.
  • Babon Cetak :                                                                                                                        Babon cetak merupakan babon yang memiliki kualitas cetak yang bagus, anak-anaknya akan mengikuti sama seperti sifat dari bapaknya. Jika babon cetak di kawinkan dengan ayam jago kampung, maka anak-anaknya akan dominan memiliki sifat dari ayam jago kampung tersebut. Begitu pun sebaliknya. Bahkan kalo babon cetak di kawinkan dengan jago jelek namun anaknya yang di hasilkan dominan bagus, maka babon cetak tersbut jelek karena tidak sesuai dengan kriteria dia.

Ciri-ciri babon bangkok yang berkualitas baik :

Setelah kita mengetahui kriteria dari sifat babon, selanjutnya kita dapat melihat cicir-ciri babon yang baik dan berkualitas, kita dapat melihat langsung secara fisik dan silsilah dari keturunannya. Seperti babon itu memiliki bentuk kepalanya seperti apa, posisi matanya seperti apa, bentuk badannya bagaimana, jenis bulunya sperti apa dan sifat kakinya bagaimana. Kemudian silsilah dari babon tersebut seperti apa, apakah memiliki keturunan murni bangkok, jarang terkena sakit. Nah untuk lebih jelasnya simak dibawah ini :
Tips memilih babon ayam bangkok yang baik

1. Bentuk Kepala :
Bentuk kepala ayam babon yang bagus itu jika dilihat dari samping menyerupai kepala ular. Babon yang memiliki ciri-ciri seperti ini biasanya akan memiliki keturunan yang banyak dan perawatan terhadap anaknya bagus. Selain itu babon ini akan menghasilkan keturunan yang memiliki keturunan dengan pergerakan kepala yang luwes apa lagi di kawinkan dengan jago berbentuk kepala seperti kepala pinang.

2. Posisi mata :
Jika anda ingin menjadi peternak ayam bangkok yang sukses, jangan abaikan ciri-ciri yang satu ini. Babon yang memiliki mata menjorok kedalam (cekung) memiliki sifat yang bagus dalam merawat anaknya hingga dewasa. Kemudian tingkat keberhasilan dari proses pengeraman telur-telurnya sangat tinggi.

3. Postur badan :
Postur badan indukan yang bagus adalah memiliki postur badan seperti botol . Anda dapt merasakannya ketika anda memegang bagian dada sambil diangkat. Babon yang memiliki postur badan seperti ini akan menghasilakan telur yang banyak dari indukan yang biasanya.

4. Bentuk kaki :
Bentuk kaki merupakan salah satu pertimbangan dalam memilih indukan yang berkualitas, sama halnya dengan memilih ayam jago petarung. Seekor babon yang memiliki kaki bersisik kering dan jari yang panjang kemungkinan terbesar akan menghasilkan anak yang memiliki sifat kaki sama seperti induknya. Padahal sudah diketahui, kaki ayam yang memiliki sifat seperti itu akan memiliki sifat petarung yang hebat. Memiliki tendangan yang mematikan lawannya.

5. Bulu :
Kesehatan hewan dapat dilihat dari bulu yang dimiliki. Seperti halnya memilih induk yang berkualitas, pilihlah indukan yang memiliki bulu yang tersusun rapih, warnanya mengkilap dan bersih karena kesehatan ayam dapat dilihat dari sifat bulu yang dimiliki.

6. Kesehatan :
Hal yang paling penting dalam memilih ayam indukan adalah memilih ayam yang kesehatannya baik, tidak mudah sakit. Karena jika memilih hewan yang sakit maka akan menghasilkan anak yang mudah sakit juga. Jadi hal ini penting untuk di perhatikan.

7. Silsilah keturunan :
Untuk menghasilkan keturunan yang baik, kita harus tau juga ayam tersebut berasal dari keturunan apa. Sebaiknya memilih indukan yang memiliki keturunan sama-sama bangkok.

Jika kita merawat anak ayam bangkok dari kecil dengan benar maka ketika besarnya tidak akan mengecewakan. Apalagi untuk indukan atau babon, sebaiknya memilih calon babon yang kita rawat dari kecil sehingga kita tau asal usul calon babon tersebut. Hal tak kalah pentingnya juga dalam merawat anak ayam yaitu memperhatikan pakan yang di berikan, karena 90% pertumbuhan ayam yang baik dari jenis pakan dan kandungan pakan yang di berikan.

Mengenali 6 jenis-jenis ayam bangko berdasarkan keturanggannya

Mengenali jenis jenis ayam bangkok disini saya akan merangkum katuranggan jenis ayam bangkok dari warna bulu
Warna bulu memang bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi berkelas atau tidaknya pada suatu ayam bangkok.
Akan tetapi, bulu dengan warna yang indah sering kali menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pencinta ayam bangkok.
Berikut ini adalah beberapa jenis ayam bangkok berdasarkan warna bulunya dalam ilmu katuranggan.

  1. .Ayam Hitam atau Taduang :

Mengenali 6 jenis-jenis ayam bangko berdasarkan keturanggannya
Setelah ayam wiring, jenis ayam bangkok selanjutnya adalah ayam hitam atau ayam taduang. Ayam ini mempunyai karakteristik bulu dan rawis serta paruh, mata, dan kakinya berwarna hitam. Ayam hitam sering dipercaya mempunyai tuah. Kesaktian dalam bertarung pada ayam hitam bisa muncul tanpa diduga duga. Akan tetapi tidak semua ayam hitam (taduang) memiliki sifat yang demikian. Semuanya tergantung pada pulung si pemiliknya.

     2. Ayam Bangkeh :
Mengenali 6 jenis-jenis ayam bangko berdasarkan keturanggannya
Ayam bangkeh adalah jenis ayam bangkok dengan bulu kuning kemerahan baik pada rawis maupun pada bulu utamanya. Dalam katuranggan, ayam bangkeh dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu ayam bangkeh api dan ayam bangkeh emas. Ayam bangkeh api adalah ayam bangkeh dengan warna bulu kuning gelap kemerahan, sedangkan ayam bangkeh emas adalah ayam bangkeh dengan warna bulu kuning keemasan.

    3. Ayam Wiring :
Mengenali 6 jenis-jenis ayam bangko berdasarkan keturanggannya
Ayam wiring adalah jenis ayam bangkok dengan warna bulu hitam dengan rawis kuning kemerahan pada bagian ekor dan lehernya. Ayam wiring dibedakan menjadi 2 jenis yaitu ayam wiring kuning dan ayam wiring galih. Ayam wiring kuning adalah ayam wiring dengan ayam dengan warna dominan rawis kuning keemasan serta mempunyai paruh dan kaki yang juga berwarna kuning. Ayam wiring galih adalah ayam dengan rawis yang warnanya cenderuh merah-merah tuah kecoklatan. Perlu diketahui bahwa ayam wiring merupakan ayam kelas satu dalam katuranggan ayam bangkok. Oleh karena itu, sering kita jumpai ayam dengan bulu wiring akan dijual dengan harga yang sangat tinggi.

  4. Ayam Kanso Atau Kelabu :
Mengenali 6 jenis-jenis ayam bangko berdasarkan keturanggannya

Selanjutnya adalah ayam Kanso atau ayam kelabu. Jenis ayam bangkok ini memiliki bulu dengan warna dasar abu-abu. Dibedakan menjadi 2 jenis juga, yaitu ayam kanso monyet dan ayam kanso api. Ayam kanso monyet adalah ayam dengan rawis abu-abu kehitaman (gelap), sedangkan ayam kanso api adalah ayam kanso dengan rawis berwarna kuning kemerah-merahan.

  5. Ayam Kinantan Atau Putih :
Mengenali 6 jenis-jenis ayam bangko berdasarkan keturanggannya
Terakhir adalah ayam kinantan. Jenis ayam bangkok ini memiliki bulu dengan warna utama putih. Warna tersebut bahkan juga menjadi warna sisik kaki, paruh, hingga matanya. Ayam kinantan dianggap memiliki tuah yang tanpa ampun. Bila sedang hoki, pemiliknya bisa mendapat ayam kinantan yang benar-benar jago di medan tempur.

6.  Ayam Kuriak atau Jali :
Mengenali 6 jenis-jenis ayam bangko berdasarkan keturanggannya
Ayam kuriak adalah jenis ayam bangkok dengan warna bulu campuran. Artinya bulu ayam ini bisa merupakan perpaduan dari berbagai warna, misalnya hitam, putih, atau warna-warna lainnya. Adapun dalam dunia ayam adu, ayam kuriak sangat jarang ditemui. Oleh karena kelangkaannya, ayam ini juga sering dijual dengan harga mahal.

Nah, demikianlah jenis-jenis ayam bangkok berdasarkan warna bulunya dalam ilmu katuranggan.

Selasa, 14 November 2017

4 resep membuat jamu ayam bangkok

Membuat jamu ayam bangkok, Berdasarkan tujuan penggunaanya jamu untuk ayam bangkok aduan ada macam-macam jenisnya. Ada jamu yang dikhususkan untuk meningkatkan stamina sebelum diadu, dan ada menambah tenaga kala ayam sedang lesu, jamu pemanjang nafas, pemulih kekuatas pasca berlaga, dan ada pula jamu kebal yang dikhususkan sebagai penangkal penyakit di musim hujan. Cara membuatnya masing - masing jenis jamu tersebut akan dibahas dibawah ini.
4 resep membuat jamu ayam bangkok

1. Jamu ayam bangkok sebelum diadu :
Pemberian jamu ayam bangkok ini ditujukan untuk meningkatkan stamina  ayam sebelum diadu.
Prosesnya sebagai berikut : 

  • Sediakan 5 lembar daun jeruk purut.
  • 2 ruas jahe berukuran ibu jari.
  • 2 ekos lele panggang.
  • 2 ons daging kambing. 
  • 2 batang lidah buaya. 
  • 2 butir kuning telur, serta daun kacang dan garam secukupnya. 
Cara membuatnya adalah  :

  • Potong jahe, daun jeruk purut, daun kacang, dan lidah buaya menjadi ukuran kecil.
  • Tumbuk bahan yang telah dipotong-potong hingga halus kemudian masukan daging kambing, ikan lele panggang, serta kuning telur bebek lalu tumbuk kembali.
  • Tambahkan sedikit gula merah, jemur hingga kering.
  • Setelah adonan kering, tambahkan madu hingga kental dan teksturnya menyerupai dodol.
  • Buatlah adonan menjadi granul berukuran biji jagung dan berikan pada ayam 1 butir setiap harinya.

2. Jamu Ayam Bangkok untuk Menambah Tenaga :
Jamu ini diberikan pada ayam bangkok yang tampak lesu dan tak bergairah sebagai penambah tenaga. Selain itu, bisa juga diberikan untuk tujuan meningkatkan kekebalan tubuhnya di musim penyakit.
Prosesnya sebagai berikut :

  • Sediakan 5 lembar daun jeruk purut.
  • 1 sendok teh merica.
  • 5 buah cabai jamu atau puyang.
  • 1 ekor ikan lele, dan madu secukupnya. 
Cara membuatnya yaitu :

  • Lumatkan cabai jamu, daun jeruk, dan merica dan masukan ke perut ikan lele yang sudah disiangi. Panggang lele dan setelah matang, lumatkan dan tambahkan sedikit madu. Bentuk adonan tersebut menjadi butiran kecil dan berikan pada ayam 1 butir setiap harinya.

3. Jamu ayam bangkok untuk membuat napas panjang :
Jamu ayam bangkok ini diberikan untuk membuat nafasnya kuat dan panjang. Seperti kita ketahui napas panjang adalah modal utama yang dibutuhkan ayam untuk memenangkan laga berdurasi lama. Oleh karena itu, memberikan jamu ini penting selain juga diimbangi dengan latihan-latihan fisik.
Proses membuatnya :

  • Sediakan temu kunci.
  • Gula aren.
  • Asam jawa. 
Cara membuatnya adalah :

  • Haluskan semua bahan dan rebus dalam 1 gelas air putih, lalu minumkan air rebusannya pada ayam menggunakan bantuan suntikan 2 kali setiap minggunya.

4. Jamu ayam bangkok untuk daya tahan terhadap penyakit :
Jamu berikut diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam bangkok di musim penyakit. Untuk membuatnya sebagai berikut :

  • Sobat cukup menumbuk kunyit, kencur, temulawak, temu giring, dan temu ireng, gula merah, dan telur bebek dengan komposisi perbandingan 4:2:1:1:1:1:2. Hasil tumbukan kemudian diberikan pada ayam bangkok istimewa yang kita miliki.

Demikian beberapa resep jamu rahasia untuk ayam bangkok juara.

Jumat, 10 November 2017

Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok

Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok.

1. Sisik Batu Lapak :
Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok
Ayam dengan katuranggan sisik batu lapak dipercaya akan memiliki pukulan yang dapat menghilangkan tenaga lawannya. Jika pukulan ayam tersebut tepat mengenai leher atau kepala ayam lawan, maka dapat dipastikan si ayam lawan akan limbung dan lemas. Ciri ayam dengan katuranggan ini adalah adanya sisik yang tersusun rapi pada telapak kakinya.

2. Sisik Naga Temurun :
Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok
Ciri ayam bangkok dengan katuranggan sisik naga temurun dicirikan dengan sisik kaki bagian belakang yang menghadap ke bawah. Ayam dengan susunan sisik demikian umumnya memiliki pukulan yang sangat membahayakan, keras, dan mematikan. Bahkan dipercaya pukulan ayam bangkok dengan sisik naga temurun jika mengenai tulang lawan, dapat menyebabkan tulang tersebut remuk di bagian dalam.

3. Sisik Naga Banda :
Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok
Susunan sisik kaki ayam naga banda terlihat menyerupai sisik kulit buah salak. Biasa pula sisik katuranggan ini disebut dengan nama beras wutah atau tabur beras. Pukulan ayam dengan sisik naga banda dipercaya mempunyai tuah dan dapat membuat ayam lawan lari tunggang langgang meski pertandingan baru berjalan beberapa detik.

4. Sisik Batu Rantai :
Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok
Pukulan ayam bangkok dengan katuranggan sisik batu rantai dipercaya akan terasa panas, keras dan menyakitkan bagi lawannya. Kendati demikian, ayam dengan sisik semacam ini berdasarkan pengalaman umumnya akan mudah mengalami turun urat. Katuranggan ayam batu rantai dicirikan dengan adanya sisik di bawah jari-jarinya.

5. Sisik Naga Mangsa :
Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok
Keunikan sekaligus ciri khas dari ayam dengan katuranggan sisik naga mangsa atau ubed jalu ini adalah adanya ubed yang melingkar di bagian pergelangan kakinya sehingga menyerupai gelang. Sangat jarang kita dapat menemukan ayam dengan sisik semacam ini. Pukulan dari ayam naga mangsa akan mampu melumpuhkan lawan dalam waktu yang sangat singkat.

6. Sisik Batu Karang :
Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok
Ciri khas dari ayam bangkok yang mempunyai sisik batu karang adalah sisik di kakinya pecah semua. Kemampuan dalam melakukan manuver biasanya sangat menakjubkan. Manuver pukulannya sering diarahkan pada mata lawan. Oleh karena itu, sangat berbahaya jika sampai terkena mata karena bisa menyebabkan ayam lawan mengalami kebutaan permanen.

7. Sisik Satriya Sinekti :
Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok
Satriya sinekti adalah nama katuranggan ayam yang tidak memiliki sisik sama sekali pada kakinya. Kaki ayam satriya sinekti mulus tanpa sisik apapun. Dalam pengalaman para nenek moyang pehobi ayam di masa silam, ayam dengan katuranggan sisik kaki ini cenderung pasti menang dalam setiap laga. Akan tetapi, ayam satriya sinekti sekarang ini semakin sulit ditemukan.

8. Sisik Tanjung Karang :
Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok
Sisik kaki ayam bangkok dengan katuranggan tanjung karang pecah-pecah di bagian belakang jari kiri dan kanannya. Ayam bangkok dengan sisik semacam ini umumnya akan memiliki pukulan yang sulit ditebak lawannya. Sekali mengena ke bagian kepala, pukulan ayam tersebut akan mampu lawan linglung dan hilang kesadaran.

9. Sisik Tunggak Winarayan :
Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok
Lawan akan lari tunggang langgang ketakutan jika bertemu dengan ayam yang memiliki katuranggan sisik tunggak winarayan. Ciri khas dari ayam ini adalah pecahnya jari kelingking baik yang kiri maupu kanan. Kekuatan pukulannya bahkan bisa membuat mati KO. Jarang bisa kita temukan ayam dengan katuranggan ini, bahkan di Google Image pun saya tidak dapat menemukan gambarnya.

10. Sisik Putri Kinurung :
Mengenali ciri ciri sisik kaki ayam bangkok

Terakhir adalah putri kinurung. Ayam dengan katuranggan sisik ini dicirikan dengan adanya sisik yang menyelip keluar di antara sisik utama kaki ayam. Pukulan kaki dari ayam putri kinurung bisa membuat lawannya limbung dan KO. Akan tetapi, teknik bertarungnya biasanya monoton dengan gerakan manuver yang itu-itu saja.

Nah, demikianlah 10 katuranggan sisik kaki ayam bangkok yang dapat kami sampaikan di artikel kali ini. Anda boleh mempercayai boleh juga tidak. yang jelas, ilmu inilah yang berhasil diwariskan nenek moyang sesama pehobi ayam bangkok di masa silam.

Kamis, 09 November 2017

Jamu untuk ayam bangkok sebelum diadu part 2

Jamu untuk ayam bangkok sebelum diadu, Jamu yang diberikan sebelum ayam bangkok sobat diadu bisa bermacam-macam jenisnya.  Ada yang berupa kemasan siap pakai ada pula yang harus dibuat terlebih dahulu dengan menggunakan bahan-bahan herbal.  Dan pada artikel kali ini akan membahas salah satu resep jamu paling ampuh dan sudah banyak para senior - senior yang membuatnya dan yang menjadi resep rahasia turun temurun para botoh ayam seluruh dunia. Jamu khusus untuk ayam bangkok sebelum diadu untuk meningkatkan stamina sebelum ditarungkan,  ayam bangkok diberikan jamu khusus yang dibuat dari bahan-bahan herbal berupa daun jeruk purut, jahe, ikan lele, daging kambing, lidah buaya, telur bebek, daun kacang, dan garam.
Jamu untuk ayam bangkok sebelum diadu part 2

Dan secara lebih lengkapnya sebagai berikut :
  • 5 lembar daun jeruk purut
  • 2 ruas jahe berukuran ibu jari
  • 2 ekos lele panggang
  • 2 ons daging kambing
  • 2 batang lidah buaya
  • 2 butir kuning telur
  • Daun kacang dan garam secukupnya.
Setelah semua bahan sudah terkumpul, selanjutnya sobat olah ramuan bahan-bahan tersebut menjadi jamu ayam bangkok yang ampuh sebagai peningkat stamina bertarung.

Caranya adalah sebagai berikut:
  • Pertama, bersihkan seluruh bahan dari kotoran menggunakan air mengalir.
  • Potong daun jeruk purut, jahe, lidah buaya, dan daun kacang menjadi ukuran yang sangat kecil.
  • Tumbuk potongan bahan tersebut hingga halus dan masukan ikan lele panggang, daging kambing, serta kuning telur bebek dan tumbuk kembali.
  • Tambahkan gula merah secukupnya dan jemur hingga kering di bawah terik matahari.
  • Setelah kering, tambahkan madu hingga adonan kental menyerupai dodol.
  • Simpan adonan tersebut dalam wadah yang kedap udara dan saat hendak diberikan ke ayam, buatlah adonan itu menjadi butiran-butiran kecil.
  • Berikan satu hari minimal satu butir sebagai jamu penambah stamina bertarung pada ayam bangkok juara sobat.
Baca juga : Tips akurat menambah pukulan pada ayam bangkok

Nah, demikianlah resep dan cara membuat jamu ayam bangkok penambah stamina bertarung. Terapkan cara ini setiap hari dan jika hendak ditarungkan, hentikan pemberian pada H-5 sebelum turun laga. Dan bedakan bagaimana khasiat pemberian jamu ini pada ayam yang diberi dengan ayam yang tidak diberi.

Jamu ayam bangkok sebelum berlaga atau bertanding

Artikel kali ini akan membahas cara merawat ayam aduan dalam meberikan jamu sebelum diadu.
Dalam pertandingan adu ayam ditargetkan pertarungan dapat berlangsung selama 5 ronde sehingga ayam membutuhkan energi yang cukup besar,  jika ayam tidak di imbangi dengan stamina yang kuat, maka ayam tersebut akan mengakibatkan keletihan dan mengalami kekalahan dengan ayam yang memiliki stamina yang lebih kuat. maka dari situ sebelum ayam sobat diadu pastikan ayam sobat mempunyai stamnia yang kuat agar ayam sobat tidak terjadi keletihan yang berakibat kurangnya stamina. dan jika hal itu terjadi pada ayam sobat yang harus dilakukan adalah memberi jamu atau
berbagai macam seperti telur ayam dan daging kambing,  Obat-Obatan multivitamin, Minuman Energi yang bertujuan agar ayam aduan menjadi kuat dan dapat dikatakan sebagai obat kuat buat ayam saat akan diadu.
Jamu ayam bangkok sebelum berlaga atau bertanding

Cara merawat ayam aduan dalam meberikan jamu sebelum diadu  sebagai berikut :
  1. Daging Kambing :
Daging kambing merupakan jenis daging yang mengandung zat untuk meningkatkan tenaga dan gairah, kekuatan dan stamina pada ayam tersebut. Ayam bangkok aduan yang sudah terbiasa diberikan akan memiliki gairah tinggi dalam bertarung, lebih bergairah dalam melakukan penyerangan, pukulannya akan lebih kuatdan lebih galak serta dalam gigitannya. biasanya diberikan satu minggu menjelang tarung, hingga satu hari sebelum tarung.
  • Cara memberikannya
Di iris sebesar jepol jari, lalu di cintang secara halus tetapi usahakan jangan sampai terputus untuk mempermudah anda dalam memberikan makan daging kambing kepada ayam bangkok aduan anda. Sedangkan di iris kecil-kecil dengan tujuan akan lebih mudah untuk dicerna oleh ayam aduan tersebut.

      2. Telur Ayam :
Telur ayam merupakan salah satu jamu yang dapat memberikan stamina lebih kepada ayam aduan, Pemberian telur Jamu ayam  sebagai makanan ayam bangkok aduan merupakan hal yang terpenting dalam melakukan perawatan ayam aduan sehari-hari sempai menjelang 3 hari dalam peraduan. Sebagai informasi bahwa Kuning telor terbukti mampu meningkatkan gairah, semangat atau libido, karena mengandung kolesterol untuk libido. Cara pemberian telur bisa dengan mentahan atau dengan yang setengah matang, jika ayam bangkok aduan tidak ingin memakannya anda dapat memberikan dengan cara di cekokin dan pabila anda mengalami kesulitan dalam memberikan telur anda dapat memasaknya tetapi tidak terlalu matang dan jangan memasak telur dengan cara digoreng. Telur yang dimasak  terlalu matang akan mengakibatkan hilangnya zat penambah semangat/libido.

      3. Obat-Obatan Multivitamin :
Obat multivitamin yang biasa diberikan kepada ayam bangkok aduan merupakan obat-obat mulitvitamin pada hemoviton, fatigon dan lainnya yang diracik dan yang di buat untuk Ayam Bangkok Aduan anda. Apabila multivitamin tersebut tidak mengandung bahan ginseng maka multivitamin hanya untuk meningkatkan metabolisme tubuh dalam mengelolah makan sert ditambah sedikit penambah semangat .

      4. Minuman Energi :
Minuman energi Extra joss dan kratingdaeng diberikan sebagai obat kuat atau jamu untuk ayam laga. Yaitu, mencampurkan minuman energi dengan air minum untuk ayam aduan. Ayam aduan diberikan kepada ayam pada saat istirahat atau diberikan pada saat ronde-ronde terakhir agar ayam bangkok aduan tidak terlihat lelah dan tetap semangat dalam bertanding.. Tetapi (sekedar berita beredar) pada peraturan sabung ayam di Thailand, bahan-bahan perangsang hormon atau perangsang stamina di larang digunakan di arena laga resmi di Thailand. Tidak diketahui apakah minuman energi extrajoss atau kratingdaeng ini termasuk yang dilarang atau tidak.

Solusi mengatasi ayam bangkok tidak bertenaga saat bertarung

Tips mengatasi ayam bangkok tidak bertenaga saat bertarung) Banyak sekali para pencinta ayam bangkok yang mengeluh karena ayam bangkok kesayangannya kalah saat berlaga. pada saat ayam bangkok berlaga tendangan-tendangan yang di lepaskan tidak maksimal, sehingga membuat lawannya jauh lebih kuat dari pada ayam kesayangannya. Nah Jika hal demikian menimpa pada ayam kesayangan sobat, sebaiknya ada beberapa hal yang sobat harus diperhatikan dan koreksi apa yang kurang di ayam kesayangan sobat sehingga saat bertarung selalu kalah, lalu dari kekurangan tersebut barulah sobat memperbaiki atau dengan memberikan latihan khusus terhadap ayam kesayangan sobat.
Solusi mengatasi ayam bangkok tidak bertenaga saat bertarung
Berikut ini ada beberapa tips dan solusinya yang terjadi pada ayam jika tendangan ayam bangkok tidak bertenaga :
  1. Otot kaki kurang maksimal :
Otot kaki merupakan hal yang paling mendasar terhadap kekuatan tendangan ayam bangkok yang di keluarkan. Besar kecilnya otot kaki ayam bangkok akan mempengaruhi tenaga yang di keluarkan ayam saat menendang lawannya.

Solusinya sebagai berikut :
  • Untuk memperbaiki otot kaki pada ayam kesayanganmu, sebaiknya lakukan latihan khusus yaitu dengan cara kedua kakinya di beri beban ( BARBEL )
  • Kemudian ayam tersebut letakkan di atas kolam air sambil ekornya di pegang. Tujaunnya supaya ayam berenang agar otot kakinya menjadi kuat.
      2. Jenis pakan ayam :
  • Jika ayam kesayanganmu tidak bertenaga saat bertarung, barang kali jenis pakannya tidak sesuai dengan kebutuhan ayam tersebut. 
  • Ubah jenis pakan dan pola makan ayamnya. Dan pastikan bahwa pakan yang kamu berikan mengandung protein dan karbohidrat serta glukosa sebagai sumber tenaga bagi ayam tersebut. Dan jangan lupa untuk memberi jamu pada ayam. Jamu terbagi menjadi 2 jenis yaitu jamu sehari-hari dan jamu saat sebelum bertanding. 
Baca juga : Jamu ayam sebelum bertanding
Baca juga : Jamu untuk ayam bangkok sebelum diadu part 2